LAPORAN BACA JURNAL PERAN KULTUR SEKOLAH, AKTIVITAS SISWA, DAN PEMBELAJARAN DALAM MEMBANGUN PRESTASI SISWA
LAPORAN BACA JURNAL
PERAN
KULTUR SEKOLAH DALAM MEMBANGUN PRESTASI SISWA
DI
MAN 1 YOGYAKARTA
Nama: Era
Anggini
NIM: 11901002
Kelas: PAI-4E
Mata Kuliah:
MAGANG 1
Dosen Pengampu:
Farninda Aditya, M.Pd
A.
IDENTITAS JURNAL
Judul
: Peran Kultur Sekolah Dalam Membangun Prestasi Siswa Di MAN 1
Yogyakarta
Penulis
: Novita Wulan Sari dan Prof. Dr. Farida Hanum, M.Si.
Volume
: Jurnal
Pendidikan Sosiologi
B.
PERTIMBANGAN DIPILIHNYA JURNAL TERSEBUT
1. Dipilihnya jurnal Peran Kultur Sekolah Dalam Membangun Prestasi Siswa Di MAN 1
Yogyakarta ini
berdasar kepada isi dari jurnal tersebut, terdapat beberapa hal yang dibahas terkait
dengan kultur budaya sekolah dan
perannya dalam aktivitas siswa dan proses pembelajaran di sekolah, khususnya dalam konteks ini MAN 1 Yogyakarta.
Jurnal ini mengemukakan bagaimana
pembinaan kultur sekolah yang sesuai dengan ajaran Agama Islam dan perannya
dalam membagun prestasi siswa di MAN 1 Yogyakarta.
2. Di samping itu, jurnal tersebut
berusaha mengangkat citra sekolah yang memang unggul dalam bidang akademik. Dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah
kepala sekolah, guru, dan siswa.
3. Sistematika penulisan
dalam jurnal ini terbagi menjadi empat bagian. Adapun konsep rancangan sistematika jurnal tersebut adalah sebagai berikut:
·
Bagian A yang di dalamnya mencakup pendahuluan.
·
Bagian B Kajian
Pustaka yang berisi teori-teori pendukung mengenai kajian yang dibahas.
·
Bab C
Metode Penelitian yang berisi tahapan-tahapan mengenai cara mendapatkan data
yang diperlukan dalam sebuah penelitian.
·
Bab D
Pembahasan yang mencakup informasi dan temuan di lapangan mengenai kultur
sekolah, aktivitas siswa dan guru, serta proses pembelajaran di MAN
1 Yogyakarta. Mulai
dari data kultur sekolah, nilai-nilai yang melekat pada siswa, serta aktivitas dan
pembelajaran siswa yang menghasilkan prestasi di bidang akademik.
·
Bab E
Simpulan merupakan bagian akhir jurnal yang menyajikan kesimpulan-kesimpulan
penting dari pembahasan jurnal.
C.
URAIAN ISI POKOK JURNAL
1.
Kultur Sekolah
Kultur dalam suatu sekolah merupakan sebuah ciri khas yang membedakan
sekolah satu dengan sekolah lain serta memberikan dampak yang luas terhadap
citra suatu sekolah di mata masyarakat. Jika kultur sekolah dapat terimplementasikan dengan
baik kepada anak-anak maka akan tercipta kultur sekolah yang positif bagi
anak-anak dan masyarakat
Menurut Dewi (2012), Sekolah merupakan suatu sistem yang terdiri
dari berbagai unsur yang membentuk satu kesatuan yang utuh. Di sekolah terdapat
berbagai macam sistem sosial yang berkembang dari sekelompok individu yang
saling berinteraksi, saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan
sekitar sehingga membentuk suatu perilaku yang baik atau buruk dari hasil
hubungan individu dengan individu maupun dengan lingkungannya.
Sekolah sebagai tempat terjadinya proses pendidikan memiliki
kebiasaan-kebiasaan yang sudah diterapkan sejak dahulu untuk mendidik siswa.
Ketika kebiasaan-kebiasaan, tata cara dan norma-norma dari sekolah sudah
diterapkan sejak dahulu untuk keberlanjutan proses pendidikan di sekolah dalam
perkembangan saat ini, yang kemudian akan menjadi sebuah budaya sekolah (school
culture).
Kultur sekolah tidak dapat dipisahkan dengan suatu sekolah karena
kultur sekolah memiliki peranan untuk mepresentasikan atau dengan kata lain
menggambarkan keadaan suatu sekolah dengan nyata ataupun tidak nyata. Seperti
menjelaskan visi dan misi dari pembangunan sekolah tersebut. Ketika bicara
mengenai kultur sekolah, maka pokok pentingnya ialah nilai-nilai warisan budaya
dan moral yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Bahkan sekolah merupakan
bagian dari kultur nasional yang memiliki fungsi untuk menghidupkan kembali
kultur nasional dengan memadukan kultur yang sudah ada di sekolah.
Setiap sekolah tentunya memiliki kultur yang berbeda-beda sesuai
dengan budaya yang telah melekat dalam kebiasan-kebiasan dan pengalaman
sekolah. Sekolah yang memiliki kultur yang baik, maka akan memiliki pandangan
yang baik di mata masyarakat serta mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
Kultur sekolah mendukung terciptanya motivasi berprestasi untuk
para siswa di sekolah. Sebagai sasaran dan obyek dalam dunia pendidikan,
peserta didik diberikan kesempatan yang sama dalam mengasah bakat, minat,
keterampilan (skill), dan pengetahuan yang telah diperoleh selama berada di
sekolah.
Dalam hal ini, sekolah yang saya jadikan objek pembahasan ialah MAN
1 Yogyakarta yang mempunyai slogan “Prestasi Tiada Henti”. Hal ini menjadi daya
tarik bagi penulis jurnal untuk mengetahui sejauh mana peran kultur sekolah
dalam membangun motivasi untuk mengembangkan aktivitas siswa dan pembelajaran
di sekolah yang efektif.
Gambaran kultur sekolah di MAN 1 Yogyakarta memperlihatkan kondisi
kultur sekolah yang positif. Hal ini terlihat dari artifak fisik, artifak
perilaku, dan nilai dan keyakinan yang mendukung proses siswa dalam berprestasi
dan program sekolah dalam membantu sekolah menemukan bakat atau potensi yang
dimiliki siswa.
Kultur sekolah memberikan andil tersendiri dalam meningkatkan mutu
sekolah. Di dalam kultur sekolah terdapat nilai-nilai dan keyakinan yang
dimiliki oleh sekolah tersebut. Begitu pula dengan MAN 1 Yogyakarta. Terdapat
nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah dalam mendukung siswa-siswi MAN 1
Yogyakarta berprestasi. Nilai-nilai tersebut diantaranya, nilai berprestasi,
nilai kedisiplinan, nilai kebersihan, nilai religi dan nilai pendukung kultur
sekolah lainnya.
2.
Aktivitas Siswa
Aktivitas
siswa merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam kelas pada saat
proses pembelajaran yang menghasilkan suatu prilaku yang mempengaruhi hasil
belajar siswa. Aktivitas siswa merupakan proses
kegiatan individu atau kelompok baik fisik atau non-fisik yang dilakukan guan
mendapatkan perubahan ke arah yang lebih baik (memperoleh pengetahuan dan pengalaman).
MAN 1 Yogyakarta memiliki taman yang indah, hal ini membuat
lingkungan menjadi sejuk dan warga sekolah merasa nyaman berada di sekolah.
Sejalan pula dengan nilai-nilai
kebersihan dan keindahan di sekolah. Selain itu, pengaruh tata ruang sekolah akan
berdampak pada kegiatan warga sekolah. Maka dari itu di MAN 1 Yogyakarta
memiliki tata ruang sendiri sesuai dengan ciri khasnya.
MAN 1 Yogyakarya juga mengadakan aktivitas-aktivitas seperti,
upacara sekolah, keterlibatan dalam aktivitas sekolah lainnya, acara penampilan
atau pentas seni, dan interaksi warga sekolah. Berikut merupakan kegiatan warga
sekolah di lingkungan Madrasah:
1)
Interaksi
antar warga sekolah
2)
Aktivitas
siswa di sekolah
3)
Aktivitas
guru di sekolah
4)
Aktivitas
kepala sekolah
Hal ini membuat
siswa dapat berperan aktif dalam berkegiatan. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran juga akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru
dengan siswa ataupun antara siswa dengan siswa lainnya. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi
segar dan kondusif, di mana masing-masing siswa dapat melibatkan kemampuannya
semaksimal mungkin. Aktivitas yang timbul dari siswa akan mengakibatkan pula
terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan
prestasi.
3.
Proses Pembelajaran
Proses
pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan
interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam
situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar (Rustaman, 2001:461)
Salah satu contoh proses pembelajaran yang baik ialah adanya keterlibatan intelektual-emosional peserta didik
melalui kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat, dan pembentukan sikap.
Di MAN 1
Yogyakarta para guru juga menekankan keterlibatan peserta didik melalui
kegiatan-kegiatan yang telah dijelaskan diatas. Dalam
hal pembelajaran antara siswa dan guru, pihak sekolah juga menyiapkan
fasilitas-fasilitas yang memadai. Seperti fasilitas untuk kebutuhan olahraga di
MAN 1 Yogyakarta bisa dibilang lengkap dan mendukung aktivitas warga sekolah
dalam kebutuhan olahraga. Sarana lain yang dibutuhkan oleh pembelajaran adalah
adanya laboratorium yang menunjang kegiatan belajar siswa di sekolah. Adanya
laboratorium adalah sebagai sarana yang diberikasn sekolah untuk siswa agar
pembelajaran lebih konkrit, untuk itu sekolah menyediakan berbagai
laboratorium.
Tak ketinggalan, yang paling penting adalah Tempat Ibadah yang
dimiliki oleh MAN 1 Yogyakarta berupa Masjid 2 lantai yang berada di utara
bangunan sekolah. Masjid tersebut merupakan masjid sekolah yang menunjang dan
memfasilitasi kebutuhan ibadah warga sekolah, dan dapat digunakan pula sebagai
sarana pembelajaran oleh guru.
Internalisasi dari nilai-nilai yang diterapkan di MAN 1 Yogyakarta
inilah yang akhirnya membangun prestasi siswa-siswa mereka. Adapun nilai-nilai
utama (core value) yang ditanamkan yaitu:
1)
nilai
berprestasi,
2)
nilai
kedisiplinan,
3)
nilai
kebersihan,
4)
nilai
religi, dan
5)
nilai
pendukung
Dalam proses pembelajaran, MAN 1 Yogyakarta sebagai sekolah dengan
ciri khas agama islamnya tentu memiliki nilainilai religi yang dibudayakan di
sekolah. Bukan hanya kurikulum yang disisipkan muatan religi, tetapi juga mata
pelajaran untuk siswa yang lebih banyak mengandung muatan nilai-nilai agama,
seperti Quran Hadits, Akhidah-akhlak, Fiqh, Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan
Islam. Selain mata pelajaran yang mencerminkan nilai religi, dalam
pelaksananaannya juga sudah dimasukkan nilai-nilai religi.
Aktivitas-aktivitas siswa di sekolah juga menjadi nilai-nilai
pendukung siswa berprestasi, kegiatan seperti latihan kognitif siswa,
psikomotorik, dan penanaman nilai sikap (afektif) yang baik tentunya sangat
berpengaruh pada siswa. Nilai-nilai yang telah didapat dari kultur sekolah ini
menjadi rujukan tersendiri bagi warga sekolah untuk bertingkah laku, berpenampilan,
serta melakukan segala macama aktivitas yang terkait dengan kultur sekolah.
Pada implementasinya nilai-nilai tersebut tidak muncul begitu saja,
melainkan ada usaha untuk membudayakannya kepada para siswa. Nilai-nilai tersebut
disosialisasikan terlebih dahulu kesemua warga sekolah. Proses sosialisasi
nilai-nilai yang dimiliki oleh sekolah lamakelamaan akan menginternalisasi di
dalam kehidupan sekolah dan menjadikannya sebuah kultur yang berperan dalam
membangun prestasi siswa, baik melalui pembangunan fasilitas sekolah, aktivitas
siswa, dan proses pembelajaran di sekolah.
D. PENUTUP
Kultur
sekolah memberikan andil tersendiri dalam meningkatkan mutu sekolah. Di dalam
kultur sekolah terdapat nilai-nilai dan
keyakinan yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Begitu pula dengan MAN 1
Yogyakarta. Di MAN 1 Yogyakarta pihak sekolah berhasil memberikan dampak dari adanya
kultur sekolah yang mereka terapkan. Mulai dari prestasi akademik siswa yang
meningkat, aktivitas-aktivitas siswa di sekolah yang aktif dan inovatif, serta
proses pembelajaran yang berjalan dengan baik dikarenakan sarana dan prasarana
yang memadai dan yang terpenting nilai dari norma-norma budaya dan masyarakat
yang telah tertanam di peserta didik.
E. SUMBER PUSTAKA RUJUKAN JURNAL
Abdulsyani.
(2007). Sosiologi Skematilka, Teori, Dan terapan. Bumi Aksara: Jakarta.
Dewi, Ana
Purnama. 2012. Peran Budaya Sekolah Dalam Mendukung Prestasi Belajar Siswa
Studi Kasus: Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Sugar Group Lampung. Skripsi
SI. Universitas Indonesia
Furkan, Nuril.
(2013). Pendidikan Karakter Melalui Budaya Sekolah. Magnum Pustaka Utama:
Yogyakarta.
Gunawan, Ary H.
(2010). Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi Tentang Pelbagai Problem
Pendidikan. Rineka Cipta: Jakarta.
Hanum, Farida.
(2013). Sosiologi Pendidikan Edisi Revisi. Kanwa Publisher: Yogyakarta.
Maliki. (2010).
Sosiologi Pendidikan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
Moleong, Lexy
J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya: Bandung.
Rabideau, S. T.
(2005). Effect Of Achievement Motivation On Beahvior. http://www.personalityresearch.or/papaers/Rabideau.html diakses, 30 September 2016.
Sugiyono.
(2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi (Mixed
Methods). Penerbit Alfabeta: Bandung.
Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009).
Metode Penelitian Pendidikan. Remaja Rosdakarya: Bandung. Zamroni. (2016).
Kultur Sekolah. Gavin Kalam Utama: Yogyakarta


Komentar
Posting Komentar