BAHASA DAERAH ANUGERAH TUHAN UNTUK NEGERIKU


Hari ini aku akan membagikan sepenggal pengalamanku mengenai bahasa.. Ya, bahasa merupakan hal yang penting dalam kehidupan. Tanpa bahasa, kita tak akan pernah mengerti apa perkataan yang diucapkan oleh seseorang. Seperti si doi yang tidak pernah mengerti bahasa perasaan, wew kenapa jadi ngelantur nih:v
Aku punya seorang ayah yang berasal dari Pulau Sumatera,pulau paling Barat di Indonesia. Ayahku berasal dari Medan, jadi sudah pasti ia bersuku Batak. Tentunya kalian tau, bagaimana Karakteristik orang Batak, cara bicara mereka yang tegas dan sedikit menaikkan intonasi (hemm, ini sering membuatku sedikit takut).. Begitulah kira-kira ciri khas bicara ayahku.. Ayahku merantau dari Pulau Sumatera ke Pulau Kalimantan, disanalah ia bertemu dengan ibuku (hiyaaaa,ketemu jodoh ni yee).. Nah, karena harus belajar menyesuaikan bahasa di Kalimantan, ia pun lebih sering menggunakan bahasa Indonesia untuk berbicara kepada orang-orang di Kalimantan.
Setelah aku lahir dan tumbuh menjadi anak-anak, aku pun mempelajari bahasa ibu. Yaitu, bahasa yang digunakan oleh orangtua untuk mengajarkan bahasa kepada anak-anak nya. Sampai sekarang, aku terkadang bingung dengan dialek yang digunakan kedua orangtuaku. Ibu menggunakan bahasa melayu sambas dan kadang-kadang juga menggunakan bahasa melayu pontianak . Sedangkan ayah menggunakan bahasa indonesia dan kadang-kadang menggunakan bahasa melayu pontianak.
Tumbuh di lingkungan yang kaya akan suku, budaya,adat istiadat, dan bahasa. Terkadang membuatku  bingung sendiri dengan bahasa-bahasa yang berbeda dari masing-masing orang. Jadi, untuk menutupi kebingungan ku tersebut aku selalu menggunakan bahasa indonesia saat berjumpa dengan orang baru.. Aku lebih suka menggunakan dialek bahasa indonesia yang bercampur sedikit dengan bahasa melayu pontianak.. Contohnya, "tapi kite kan punya banyak pakaian untok dipakai, ngape harus dipersulit dengan beli baju baru lagi?" kalau bahasa Pontianak aslinya begini bunyinya tapi kite kan punyak banyak pakaian untok dipakek,ngape nak beli agik?
Nah,seperti itu contohnya.. Aku sering menambahkan kaidah bahasa indonesia dalam bahasa sehari-hari.. Karena seringnya melakukan hal seperti itu, hal itu membuat aku lebih terbiasa berbahasa Indonesia baik di lingkungan sekolah ataupun ruang lingkup formal yang harus menggunakan bahasa Indonesia. Makanya, aku selalu mendapatkan nilai tinggi dalam mata pelajaran bahasa indonesia (bukan sombong yaww, supaya kalian termotivasi aja hahah) nah mulai dari itulah aku menyukai pelajaran bahasa indonesia ..
Namun, kesulitan memahami bahasa kembali lagi menghantam diriku,bagaimana tidak.. Aku tentu saja akan bersosialisasi dengan teman-teman baru saat memasuki jenjang sekolah..
Mereka memang tidak berasal dari daerah yang terlalu jauh dari tempat ku tinggal,namun bahasa-bahasa yang mereka gunakan kadang membuatku terlihat sedikit konyol karena bingung menafsirkan arti dari kata-kata tersebut.Ada beberapa kosakata yang jarang kudengar,seperti nanar yang baru-baru ini kudengar dari temanku yang berasal dari Siantan.Kata nanar itu menurut definisiku artinya ialah kegirangan yang berlebihan .Ternyata kebanyakan dari kata-kata aneh yang terngiang di telingaku itu berasal dari bahasa ibu daerah mereka.
Ohoooo,bangganya menjadi salah satu generasi penerus bangsa Indonesia,bangganya menjadi pemudi Indonesia yang harus menjaga bahasa-bahasa tersebut agar tidak lenyap ditelan waktu.Tatkala waktu terus bergerak mengubah dunia dan pemikiran orang didalamnya,kita tak boleh lupa bahwa kita punya kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga.Menjaga kelestarian bahasa demi anak cucu kita..

Komentar

Postingan Populer