MENUMBUH KEMBANGKAN MINAT LITERASI MELALUI BAZAR BUKU DAN LITERASI KALBAR

INSPIRASI PONTIANAK CREATIVE & CULINARY FESTIVAL 2019 :
MINAT LITERASI DI KOTA PONTIANAK


Pontianak Creative & Culinary Festival 2019 diselenggarakan di Kota Pontianak pada tanggal 16-20 Oktober 2019 yang bertempat di Halaman Parkir Ayani Mega Mall dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kota Pontianak ke-248.Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia yang bertemakan “Harmonisasi Budaya dalam Cita Rasa Kuliner”. Kegiatan di festival kali ini juga beragam tidak hanya seputar kuliner dan ekonomi kreatif saja,namun turut menyajikan musik,galeri seni,bazar buku dan literasi,fotografi,sharing session,serta workshop. Hari pertama pembukaan festival tersebut dimeriahkan dengan kegiatan Peluncuran Buku Penulis Kalimantan Barat,Siberdaya Talks,dan Music on Stage yang diisi oleh band-band terkemuka di Kota Pontianak.

Aku mengunjungi kegiatan festival tersebut di hari pertama dan ketiga.Di hari pertama,aku mengunjungi festival tersebut bersama dengan teman-teman sekelasku.Sebenarnya kami menghadiri festival tersebut karena ditugaskan oleh dosen Bahasa Indonesia.Ia meminta kami untuk mengikuti acara yang bertemakan Literasi. Aku sangat antusias ketika mendengar bahwa di festival kali ini menyajikan kegiatan bazar buku dan literasi Kalbar yang turut menghadirkan para bintang tamu yaitu penulis-penulis Kalimantan Barat,dan komunitas-komunitas literasi di Kalimantan Barat.Sembari menunggu acara dimulai,kami berkeliling di sekitar area festival untuk sekedar mencuci mata,ataupun membaca buku gratis yang disediakan oleh tim Perpustakaan Tepian Kapuas.Kegiatan Peluncuran Buku Penulis Kalimantan Barat dimulai pukul 11.04 wib yang dibuka dengan persembahan musik Dayak dari SMAN 10 Kota Pontianak dan penampilan vokal solo oleh Sindi siswi SMAN 10 Kota Pontianak yang memukau para penonton dengan suara merdunya.

Saat aku melihat ke arah panggung,ternyata pemandu acara pada kegiatan tersebut adalah Bunda Reti dari Perpustakaan IAIN Pontianak.Ia membuka kegiatan Peluncuran Buku Penulis Kalimantan Barat dengan untaian sajak pantun,setelah itu kegiatan berlanjut dengan memperkenalkan para penulis-penulis buku di Kalimantan Barat.Kalau aku tidak salah,ada 30 buku yang akan diluncurkan pada kegiatan ini.Kebanyakan penulis-penulis buku yang diluncurkan pada kegiatan kali ini ialah seorang wanita.Mereka ialah bu Eka Damayati,bu Tuti,bu Ainun,bu Dewi Rapitasari,bu Eka Amalia Marantika,bu Eka Yulianti,bu Eka Panbeitan,bu Dede Yati,serta bu Juniati. Pemandu acara pun mengajak 2 orang penulis naik ke panggung untuk diajak berbincang-bincang dan memberikan motivasi dalam menulis kepada penonton.

Penulis pertama ialah bu Eka Damayati, buku yang telah ia tulis sangat banyak contohnya seperti,roh behind the scene,hemoglobin cinta,dan tentang cinta. Saat itu,bu Eka Damayati berpesan kepada kami,ia berkata “JANGAN PATAH ARANG,SEBELUM MEMULAI. JANGAN MENYERAH DULU SEBELUM MENULIS. JANGAN HANYA MAU MENJADI PENIKMAT SAJA,MARI AMBIL BAGIAN! FASTABIQUL KHAIRAT,BERLOMBA-LOMBALAH DALAM KEBAIKAN.” tuturnya kepada kami.Ibu dengan jilbab panjang dan cadarnya ini semakin memotivasi para kaum muslimah untuk tetap berkarya meskipun telah menjadi seorang isteri. Penulis kedua ialah bu Dede Yati Suminar yang merupakan guru di SMAN 10 Kota Pontianak.Ibu ini telah menerbitkan 2 buku yaitu, Antologi Cerpen : Senja itu maghrib, dan Antologi Puisi : Kupu-kupu coklat.Bu Dede Yati Suminar juga berpesan kepada kami,dia memberikan 3 trik untuk menulis. Pertama,perbanyaklah membaca. Kedua,buatlah sesuatu yang baru yang sesuai dengan minat kalian. Ketiga,lakukanlah dengan sungguh-sungguh.

Kegiatan di hari pertama ini sangat menginspirasiku dan teman-teman lainnya.Di hari ketiga,pada 18 Oktober 2019 aku pergi ke festival tersebut bersama Resha,teman sekelasku yang kuajak untuk menemaniku membeli buku di bazar, sebenarnya  aku ingin membeli buku di hari pertama,karena pasti akan ada banyak buku-buku yang baru dan bagus. Namun,aku sedang tidak beruntung pada hari itu,aku meninggalkan dompetku di rumah.Alhasil,untuk membayar parkir saja aku harus meminjam uang dari teman-temanku😂 .
Sejujurnya aku ingin menyaksikan talk show tentang sejarah literasi pers di Kalimantan Barat, namun hari itu ada tambahan mata kuliah Pancasila jadi aku tidak dapat mengikuti talk show tersebut,saat aku datang kegiatan sudah break karena shalat Jumat.Jadi,sembari menunggu kegiatan selanjutnya,aku dan resha berkeliling dan shalat dzuhur di Mall terlebih dahulu. Setelah shalat,kami memberi makan kepada cacing-cacing di perut yang sudah demonstrasi 😁 dengan makanan dan minuman yang tersedia di stand festival tersebut.Perut kenyang,hati pun senang..


Setelah makan,aku memutuskan untuk belanja dan membeli buku di bazar,bukunya sangat beragam ada novel,buku motivasi,buku pendidikan,serta buku agama. Puas berbelanja,aku pun mengajak Resha untuk membaca buku gratis yang disediakan oleh perpustakaan IAIN PONTIANAK di festival tersebut.
Ternyata minat literasi di Kalimantan Barat ini cukup baik lihat saja banyak sekali para penggiat literasi di provinsi satu ini.Sayangnya para penulis-penulis yang kusebutkan diatas adalah orangtua.Lantas kemanakah generasi mudanya?Semoga kedepannya kegiatan literasi di Kota Pontianak semakin digalakkan agar para generasi muda juga mau ambil bagian dalam menjaga dan mengembangkan literasi di Kalimantan Barat :)

Komentar

Postingan Populer