LAPORAN BAHAN BACAAN

JURNAL MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN

 

Nama: Era Anggini

NIM: 11901002

Kelas: PAI-4E

Mata Kuliah: MAGANG 1

Dosen Pengampu: Farninda Aditya, M.Pd

 

 

A.    IDENTITAS JURNAL

Judul               : MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN

Penulis             : Muldiyana Nugraha

Volume            : Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan Vol. 4 No. 01

Tahun              : 2018

ISSN               : p-ISSN 2442-8809, e-ISSN 2621-9549

 

B.     PERTIMBANGAN DIPILIHNYA JURNAL TERSEBUT

 

1.       Dipilihnya jurnal dengan Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran ini berdasar kepada isi dari jurnal tersebut, terdapat banyak materi yang dapat diambil untuk menambah wawasan pembaca.

2.       Jurnal tersebut juga membahas dengan detail mengenai manajemen kelas. Mulai dari pemaparan kajian literatur hingga ke pokok penelitian yang diteliti. Materi yang dibahas juga merupakan topik menarik untuk didiskusikan menyangkut bagaimana kelas juga memiliki pengaruh yang luar biasa dalam proses belajar-mengajar dan output dari pembelajaran itu sendiri . Dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah para guru di SMP Negeri 3 Satu Atap Cikulur.

 

C.    URAIAN ISI POKOK JURNAL

Mengelola kelas merupakan salah satu peran yang harus dijalankan oleh seorang tenaga pendidik. Dalam proses pembelajaran, manajemen kelas memiliki andil yang penting untuk pengembangan pembelajaran peserta didik. Sebagaimana penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sosial atau suasana kelas adalah penentu psikologis utama yang mempengaruhi belajar akademis.[1]

Guru harus dapat menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan di kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Contohnya, saat ada suasana  kelas yang gaduh dikarenakan seorang siswa yang ribut dan menarik perhatian kelas sehingga mengakibatkan proses pembelajaran tidak berjalan dengan efektif. Maka guru harus memberikan punishment atau hukuman secara verbal atau non verbal kepada siswa tersebut agar tidak mengulangi kesalahan yang sama lain kali. Selain itu, bila ada siswa yang rajin dan semangat dalam proses belajar mengajar, selalu mengerjakan tugas harian ataupun tugas rumah tepat waktu, guru bisa juga memberi reward atau hadiah berupa pujian ataupun hal lainnya.  Hal ini dilakukan semata-mata bukan untuk membeda-bedakan perlakuan terhadap siswa, tetapi untuk memotivasi dan menciptakan manajemen kelas yang baik di dalam proses belajar mengajar.

 

Manajemen kelas merupakan suatu kegiatan terkecil dalam usaha pendidikan yang justru merupakan “dapur inti” dari seluruh jenis manajemen pendidikan. Dalam proses belajar mengajar, seorang guru tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada siswa tapi juga dituntut bisa memanajemen kondisi siswa secara keseluruhan dengan baik. Oleh sebab itu pengelolaan kelas amat diperlukan karena dari hari ke hari bahkan waktu ke waktu tingkah laku siswa selalu berubah. Hari ini siswa dapat belajar dengan baik dan tenang, tetapi besok belum tentu.

 

Manajemen Kelas berasal dari dua kata, yaitu dari kata manajemen dan kelas. Manajemen dari kata Management, yang diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran (Mulyadi, 2009: 2) Sedangkan arti kelas memiliki banyak pandangan. Dalam arti sempit, berarti ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Sedangkan dalam arti luas, berarti suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.[2]

Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kelas merupakan upaya mengelola siswa di dalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana/kondisi kelas yang menunjang program pembelajaran.

Di dalam manajemen kelas terdapat beberapa pendekatan antara lain ialah, 1) pendekatan kekuasaan, 2) pendekatan ancaman, 3) pendekatan kebebasan, 4) pendekatan resep, 5) pendekatan pengajaran, 6) pendekatan perubahan tingkah laku, 7) pendekatan sosio emosional, 8) pendekatan kerja kelompok, 9) pendekatan elektis atau pluralisti; dan 10) pendekatan teknologi dan informasi.

Fungsi manajemen kelas sebenarnya merupakan implementasi dari fungsi fungsi manajemen yang diaplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif. Fungsi manajemen kelas menurut Karwati dan Priansya (2014: 20-23) adalah: 1) fungsi perencanaan kelas, 2) fungsi pengorganisasian kelas, 3) fungsi kepemimpinan kelas, dan 4) fungsi pengendalian kelas.

Pengelolaan pembelajaran yang baik harus dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip mengajar yaitu antara lain:

1)      Mempertimbangkan segi dan strategi pembelajaran yang cocok untuk peserta didik. Misal untuk peserta didik sekolah dasar, maka harus disesuaikan dengan pemikiran mereka yang masih anak-anak.

2)      Dirancang secara sistematis, dirancang dengan berurutan dari awal dan berkesinambungan.

3)      Bersifat konseptual tetapi praktis-realistik dan fleksibel, baik yang menyangkut masalah interaksi pembelajaran, pengelolan kelas, pemanfaatan sumber belajar (pengajaraan) maupun evaluasi pembelajaran.

Berhasilnya manajemen kelas dalam mendukung pencapaian tujuan proses belajar siswa, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu “faktor-faktor yang melekat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, serta dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio-emosional) yang melekat pada guru”. Maksudnya ialah, seperti suasana kelas yang menyenangkan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang baik dan para siswa yang memiliki moral baik. Serta dipengaruhi oleh peran guru dalam proses belajar-mengajar yang melibatkan sosial emosional guru itu sendiri.

Hal inilah yang diteliti di SMP Negeri 3 Satu Atap Cikulur mengenai bagaimana memanajemen kelas yang baik dengan tujuan menciptakan proses pembelajaran yang baik dan akan berdampak bagi peserta didik. Hal –hal yang harus dilakukan untuk memanajemen kelas antara lain adalah:

1.       Perencanaan Manajemen Kelas, sebelum melaksanakan proses belajar mengajar di kelas, seorang guru dituntut untuk menyusun instrumen-instrumen pembelajaran dengan menyusun Kalender Pendidikan, Program Tahunan dan Program Semester, Menyusun Silabus, Menyusun Rencana Pembelajaran (RPP)

2.      Pelaksanaan Manajemen Kelas, Pelaksanaan manajemen kelas yang efektif dalam pembelajaran dapat mewujudkan kondisi kelas sebagai lingkungan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin. Jikalau ada permasalahan di dalam kelas, maka guru dapat melakukan langkah-langkah preventif seperti: Memotivasi siswa agar konsentrasi pada Pelajaran, Mengkondisikan siswa untuk siap belajar di kelas, Pemberian stimulus supaya aktif di kelas (bisa dengan memberikan reward atau semacamnya), mengatur suasana kelas senyaman mungkin seperti pengaturan tempat duduk dan sebagainya, metode pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan yang komprehensip yaitu dari ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Penggunaan alat/media pembelajaran yang tepat juga ternyata sangat berpengaruh bagi perkembangan peserta didik dalam belajar. Pemakaian media pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membantu pengaruh pengaruh psikologis terhadap siswa. Dan pola interaksi yang baik antara guru dan siswa.

Namun, dari hasil penelitian ditemukan bahwa ada beberapa faktor penghambat dalam menjalanankan manajemen kelas, berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru-guru di SMP Negeri 3 Satap Cikulur, bahwasanya telah diketahui beberapa faktor yang menjadi hambatan dalam proses pembelajaran.

 

Di antara faktor tersebut adalah: 1) Adanya kegiatan sekolah yang mengorbankan jam pelajaran, 2) Kelas yang mendapat jam pelajaran terakhir, 3) Siswa kurang disiplin dalam mengerjakan tugas, 4) Siswa kurang aktif di kelas, 5) Siswa sering keluar masuk kelas dengan alasan ke kamar kecil. Jadi dalam hal ini faktor yang menghambat adalah siswa yaitu kekurangsadaran dalam memenuhi tugas dan haknya sebagai anggota kelas yang tidak lain adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Di samping faktor siswa, juga adanya faktor lingkungan.

 

Dibalik faktor penghambat, ada pula beberapa faktor yang mendukung proses belajar mengajar seperti, tersedianya fasilitas-fasilitas sarana dan prasarana yang cukup lengkap seperti LCD dikelas, buku-buku perpustakaan yang memadai, dukungan dari orang tua, terjalinnya koordinasi yang baik antara guru-guru, dan dukungan dari pihak sekolah.

 

Dalam mengatasi beberapa faktor penghambat ada beberapa strategi yang dilakukan oleh guru-guru di SMP Negeri 3 Satu Atap Cikulur. Berdasarkan hasil yang peneliti dapatkan, strategi-strategi yang dilakukan oleh guru-guru diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Belajar berkonsentrasi yaitu pemberian dorongan kepada siswa untuk memusatkan perhatian pada pelajaran, 2) Mengikutsertakan siswa dalam proses belajar mengajar yaitu Bagaimana guru memandang suatu persoalan dan teori apa yang digunakan dalam memecahkan suatu kasus, karena hal tersebut akan mempengaruhi hasilnya, 3) Mengkondisikan siswa untuk siap belajar dikelas yaitu kesiapan mental siswa untuk menerima materi yang akan disampaikan oleh guru, 4) Merangsang Siswa agar aktif Bertanya di kelas yaitu seorang guru dengan berbekal kesabaran, harus senantiasa membuat siswa belajar lebih aktif, artinya guru memberikan kebebasan bagi siswa untuk melakukan aktivitas yang disenanginya dalam proses belajar mengajar, 5) Menggunakan metode yang tepat dan bervariasi. Seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan metode yang tepat dan mengkombinasikan beberapa metode yang relevan supaya kegiatan belajar mengajar yang berlangsung tidak membosankan dan dengan sendirinya akan aktif dikelas, 6) Memberikan contoh yang baik terhadap siswa dan disiplin kelas. Penanaman sikap yang baik dimaksudkan untuk meningkatkan perubahan tingkah laku siswa dimana tingkah laku siswa menjadi lebih baik dari sebelumnya, 7) Melakukan berbagai pendekatan-pendekatan terhadap siswa pada saat proses belajar mengajar.

 

D. SUMBER YANG JADI RUJUKAN JURNAL

 

Bafadal. 2005. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi aksara.

Dahar. 1996. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Deporter

B. & Hernacki, M. 1992. Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. (Terjemahan Alwiyah Abdurrahman). Bandung: Kaifa.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Azwan Zain. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Cet Ke-5. Jakarta: Rineka Cipta.

Engkoswara dan Komariah, Aan. 2011. Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Hasri Salfen. 2009. Sekolah Efektif dan Guru Efektif. Yogyakarta: Aditya Media Printing and Publising. Idochi, Anwar. 1987. Kependidikan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Angkasa.

Juhji, J. 2016. “Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa Melalui Pendekatan Inkuiri Terbimbing”. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA, 2(1), 58-70. Terdapat pada laman: http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JPPI/article/view/419

Juhji. 2017. Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Serang: Puslitpen LP2M IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

 Jogiyanto. 2007. Pembelajaran Metode Kasus. Yogyakarta: Andi

Karwati, Euis dan Priansya, Donni Juni. 2014. Manajemen Kelas. Bandung: Alfabeta.

Kompri. 2014. Manajemen Sekolah Teori dan Praktik. Bandung: Alfabeta.

Mulyadi. 2009. Classroom Manajement Mewujudkan Suasana Kelas Yang Menyenagkan Bagi Siswa. Malang: Aditya Media.

Nasution, S. 1998. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Rusydie, Salman. 2011. Prinsip-prinsip Manajemen Kelas. Jogjakarta: Diva Press.

Oviyanti, Fitri. 2009. Pengelolaan Pengajaran. Cet Ke-2. Palembang: Rafa Press.

Ridwan. 2016. “Strategi Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Sman 1 Sigi”. Jurnal KIAT Universitas Alkhairaat. 8 (1), 54-64.

Rustaman. 2001. “Keterampilan Bertanya dalam Pembelajaran IPA.” dalam Handout Bahan Pelantikan Guru-Guru IPA SLTP Se-Kota Bandung di PPG IPA. Jakarta: Depdiknas.

Sagala, Syaiful. 2004. Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat (Strategi Memenangkan Persaingan Mutu. Jakarta: PT Nimas Multima. Winkel. 1991. Psikologi Pengajaran, Jakarta: Gramedia

 

E. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa setiap hal yang ingin dilakukan dalam mengelola sekolah, harus direncanakan dengan matang dan terstruktur. Seperti perencanaan yang terdiri dari menyusun perangkat pembelajaran/instrumen-instrumen. Setelah perencanaan lengkap maka guru dapat melaksanaan manajemen kelas dalam proses belajar mengajar dengan baik.

Di dalam proses pengelolaan manajemen kelas ini pasti akan menemukan beberapa hambatan, seperti kurangnya kesadaran siswa dalam memotivasi dirinya untuk belajar, dan sebagainya. Seorang guru yang telah melaksanakan manajemen kelas yang sudah diterapkan di sekolah/ tempat mengajar maka kedepannya harus semakin ditingkatkan agar tenaga pendidik lain juga termotivasi, yang dalam penerapannya tentu akan dijumpai berbagai hambatan-hambatan yang pasti akan terjadi.



[1] Welberg & Greenb dalam DePorter, 2007

 

[2] Nawawi dalam Djamarah (2013: 176)


Komentar

Postingan Populer