TUGAS MINGGUAN MAGANG 1 - LAPORAN BAHAN BACAAN

 

LAPORAN BAHAN BACAAN

JURNAL PEMBINAAN KULTUR SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER DI SD MANISREJO 1 MADIUN

 

Nama: Era Anggini

NIM: 11901002

Kelas: PAI-4E

Mata Kuliah: MAGANG 1

Dosen Pengampu: Farninda Aditya, M.Pd

 

 

A.    IDENTITAS JURNAL

Judul               : PEMBINAAN KULTUR SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER DI SD MANISREJO 1 MADIUN

Penulis             : Maya Kartika Sari, Suyanti, Sri Budyartati

Volume            Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol Vol 4 No 2

Tahun              : 2020

ISSN               e-ISSN: 2549-0117, p-ISSN: 2549-0125

 

B.     PERTIMBANGAN DIPILIHNYA JURNAL TERSEBUT

 

1.      Dipilihnya jurnal dengan Pembinaan Kultur Sekolah Sebagai Upaya Pembentukan Karakter ini berdasar kepada isi dari jurnal tersebut, terdapat hal menarik ketika kita mempelajari kultur budaya suatu sekolah, khususnya dalam konteks ini SD MANISREJO 1 MADIUN. Jurnal ini mengemukakan bagaimana pembinaan kultur sekolah yang sesuai dengan ajaran Agama Islam.

2.      Di samping itu, jurnal tersebut berusaha mengangkat suatu masalah yang sedang dihadapi oleh seluruh stakeholder pendidikan. Masalah yang menjadi topik menarik untuk dibahas ditengah arus globalisasi yang kian laju dan cepat. Masalah pergeseran koral anak-anak bangsa di Indonesia. Dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orangtua siswa.

3.      Sistematika penulisan dalam jurnal ini terbagi menjadi empat bab. Adapun konsep rancangan sistematika jurnal tersebut adalah sebagai berikut:

·      Bab I yang di dalamnya mencakup pendahuluan.

·      Bab II Metode Penelitian yang berisi tahapan-tahapan mengenai cara mendapatkan data yang diperlukan dalam sebuah penelitian.

·   Bab III Pembahasan yang mencakup informasi dan temuan di lapangan mengenai kultur sekolah di SD MANISREJO 1 MADIUN. Mulai dari data kultur sekolah, data pembinaan kultur sekolah, serta karakter yang dibangun di sekolah.

·    Bab IV Simpulan merupakan bagian akhir jurnal yang menyajikan kesimpulan-kesimpulan penting dari pembahasan jurnal.

 

C.    URAIAN ISI POKOK JURNAL

 

Pergeseran moral anak bangsa menjadi momok yang menakutkan dan terus saja menjadi buah bibir dalam dunia pendidikan di Indonesia. Di tengah maraknya penggunaan gawai yang mulai mendominasi kehidupan masyarakat, tak terkecuali anak-anak perlu kiranya mengembalikan nilai-nilai moral anak bangsa melalui penanaman di lingkup keluarga dan sekolah. Arus globalisasi yang semakin cepat melengserkan budaya Indonesia tentu saja menjadi sebuah hal yang memprihatinkan bagi kemajuan bangsa kedepannya.

Oleh karena itu, peranan sekolah dalam hal ini yang merupakan rumah kedua bagi anak-anak dapat mengambil peran. Sekolah dapat diibaratkan sebagai gudang kemoralan dikarenakan kultur sekolah yang memiliki banyak niai-nilai yang dapat diterapkan atau dipraktikkan oleh anak-anak saat melihat guru-guru mereka, kepala sekolah, ataupun warga sekolah lainnya.

Kultur dalam suatu sekolah merupakan sebuah ciri khas yang membedakan sekolah satu dengan sekolah lain serta memberikan dampak yang luas terhadap citra suatu sekolah di mata masyarakat. Jika kultur sekolah dapat terimplementasikan dengan baik kepada anak-anak maka akan tercipta kultur sekolah yang positif bagi anak-anak dan masyarakat.[1]

Tolak ukur keberhasilan suatu sekolah bukan hanya dilihat dari kultur sekolah yang bagus, sarana dan prasarana yang memadai, tenaga pendidikan yang professional, atau bahkan peserta didik yang pintar.[2] Namun, tolak ukur keberhasilan suatu sekolah ialah saat seluruh warga sekolah tersebut dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam kultur sekolah dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Budaya sekolah memegang peranan penting dalam penanaman nilai pendidikan karakter di sekolah. Kultur sekolah yang efektif, maka akan menciptakan tenaga pendidikan yang memiliki kinerja dan moral yang baik, kualitas belajar mengajar, serta yang terpenting sikap dan perilaku para peserta didik yang berkualitas untuk masa depan dan berbudi pekerti luhur.

 

Begitupula dengan SD MANISREJO 1 MADIUN yang mempunyai kultur sekolah yang cukup menarik. SD MANISREJO 1 MADIUN berupaya untuk menjaga lingkungan sekolah untuk senantiasa bersih, menumbuhkan rasa cinta pada tanaman, program menanam pohon di lingkungan sekolah, menjaga kesehatan dan kebugaran personil sekolah.

Berdasarkan informasi yang didapat dari data kultur SD MANISREJO 1 MADIUN, para warga sekolah menerapkan setidaknya 8 kultur budaya antara lain:

1.      Kultur 5 S (Senyum Salam Sapa Sopan dan Santun)

2.   Kultur unggah ungguh, dilakukan oleh siswa ketika sampai pintu gerbang sekolah maka sepeda yang mereka gunakan harus dituntun dan bersalaman pada guru yang menunggu di depan gerbang.

3.     Kultur absen pagi, dilakukan setiap hari dimana siswa yang datang awal akan absen dengan mencatat di kertas di kelas masingmasing.

4.   Kultur morning story, dilakukan setiap hari Senin setelah upacara bendera, dengan cara peserta didik membacakan cerita yang telah dibacanya di halaman sekolah dan didengar oleh seluruh siswa lainnya.

5.      Kultur tadarus pagi, dilakukan setiap hari sebelum pelajaran dimulai.

6.      Kultur doa pagi dan bersholawat, dilakukan setiap hari sebelum pelajaran.

7.    Kultur komunikasi multiarah, dimana setiap kegiatan dan urusan apapun kepala sekolah akan mendiskusikan secara terbuka dengan guru lainnya.

8.   Kultur cinta budaya, dengan pelajaran ekstrakurikuler yang berhubungan dengan kesenian tradisional.

 

Sedangkan berdasarkan informasi dan temuan di lapangan mengenai implementasi hasil kultur budaya bagi karakter peserta didik di SD MANISREJO 1 MADIUN antara lain ialah:

1.   Kultur 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) membentuk karakter peduli sosial, saling menghormati atau toleransi, kedisiplinan, peduli lingkungan sekitar, bersahabat, dan religius.

2.    Kultur unggah ungguh, dapat membentuk karakter sopan santun terhadap orang yang lebih tua, peduli sosial, pedui lingkungan sekitar, dan religius.

3.      Kultur absen pagi, dapat membentuk karakter displin, jujur, dan menghargai prestasi

4.    Kultur morning story, dapat membentuk karakter tanggungjawab, gemar membaca, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, komunikatif, menghargai prestasi, disiplin, jujur dan toleransi.

5.   Kultur tadarus pagi, dapat membentuk karakter religius, gemar membaca, tanggungjawab, berkomunikasi, dan toleransi antar teman.

6.      Kultur doa pagi dan bersholawat, dapat membentuk karakter religius dan peduli sosial.

7.    Kultur komunikasi multiarah, dapat membentuk karakter toleransi, bersahabat, cinta damai, demokratis, tanggungjawab, dan peduli sosial.

8.  Kultur cinta budaya, dapat membentuk karakter cinta tanah air, semangat kebangsaan, toleransi, kreatif, dan disiplin.

 

Pada akhirnya, pembiasaan kultur sekolah yang dilakukan oleh SD MANISREJO 1 MADIUN ini akan dapat memberikan dampak yang baik bagi citra sekolah terhadap murid dan masyarakat. Pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan maka akan menghasilkan sebuah hasil yang baik. Apalagi untuk kalangan anak-anak, pembiasaan kultur sekolah yang kontinu atau berkelanjutan lebih cepat mereka tangkap daripada hanya dengan teori-teori tanpa ada contoh langsung.[3]

Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa program pembinaan karakter melalui implementasi budaya sekolah dapat menjadi sebuah solusi yang efektif dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah dasar. Budaya sekolah yang diterapkan dan dilaksanakan secara terprogram dan berkelanjutan akan dapat membentuk karakter dan moral yang baik pada siswa.

 

D.    SUMBER PUSTAKA YANG DIACU JURNAL

 

Fitriani. (2013). Managemen Pendidikan Karakter di Sekolah (Studi pada MAdrasah Tsanawiyah Muhammad Basiuni Imran Sambas). Visi Ilmu Pendidikan, 10(1), 1006– 1017.

Kementerian Pendidikan Nasional, B. P. dan P. P. K. (2010). Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing Dan Karakter Bangsa: Pengembangan Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Komariah, A., & Triatna, C. (2006). Visionary Leadership; Menuju Sekolah Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Mandalawati, T. K. (2018). CHildren’s Friendly Education Through The “Morning Story” School Culture As An Efforts To Strengthen Student Characters In Sd 01 Kanigoro Madiun. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, (Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018)).

Masnur Muslich. 2011. Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Muhaimin, Sutiah, and Sugeng Listyo Prabowo. 2012. Manajemen Pendidikan: Aplikasinya Dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah. Jakarta: Kencana.

Mulyasa. (2011). Manajemen Berbasis Sekolah, Konsep, strategi dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Naniek Sulistya Wardani. (2015). Pengembangan Nilai-Nilai Budaya Sekolah Berkarakter. Scholaria, 5(3), 12–22.

Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, M. P. (2012). Pendidikan Karakter Berbasis Multiple Intelligence. In Konaspi (pp. 1–10). Jogjakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

RAKHMAWATI, U. N. (2018). Peran Budaya 5s (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun) Terhadap Penanaman Sikap Peduli Siswa Sebagai Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Di Sd Negeri 2 Pliken.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Penerbit Alfabeta.

Syafri, U. A. (2015). Pendidikan Karakter Berbasis Al – Quran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Wibowo, A. (2013). Managemen Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Yuliono, A. (2011). Pengembangan Budaya Sekolah Berprestasi: Studi Tentang Penanaman Nilai Dan Etos Berprestasi Di Sma Karangtur I. Komunitas, 3(2), 169–179

   

PENUTUP

SD Manisrejo 1 Kota madiun telah melaksanakan kultur sekolah dengan baik dan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di Indonesia yang masih berusaha untuk melaksanakan kultur sekolah yang efektif di daerahnya. Kultur sekolah yang efektif dan sesuai dengan visi misi sekolah, maka akan menghasilkan output yang efektif pula bagi warga sekolah.

 

Kultur sekolah yang berlandaskan agama dan social kemasyarakatan sangat baik untuk ditanamkan sejak dini terhadap anak-anak tingkat sekolah dasar yang disesuaikan dengan visi misi sekolah masing-masing. Dengan adanya pembinaan kultur sekolah yang berjalan dengan optimal dan kontinu dapat menumbuhkan karakter-karakter disiplin, cinta lingkungan, karakter peduli sosial, karakter jujur, karakter gemar membaca, karakter toleransi, karakter saling menghargai, karakter kasih sayang dan karakter tanggungjawab yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Karakter- karakter positif tersebut harus senantiasa di pupuk dan dibina secara kontinu agar seluruh personil sekolah berkepribadian luhur dan tetap memegang kultur budaya bangsa Indonesia.

 



[1] Yuliono, A. (2011). Pengembangan Budaya Sekolah Berprestasi: Studi Tentang Penanaman Nilai Dan Etos Berprestasi Di Sma KarangturI. Komunitas, 3(2), 169–179

[2] Fitriani. (2013). Managemen Pendidikan Karakter di Sekolah (Studi pada MAdrasah Tsanawiyah Muhammad Basiuni Imran Sambas). Visi Ilmu Pendidikan, 10(1), 1006– 1017.

[3] Syafri, U. A. (2015). Pendidikan Karakter Berbasis Al – Quran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Wibowo, A. (2013). Managemen Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer